Lulus Sertifikasi Kompetensi LSP, Mahasiswa TRPL Polman Negeri Babel Didorong Jadi Developer Aplikasi Mobile
Setelah menjalani pembelajaran teori dan praktik selama masa perkuliahan, mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak (TRPL) Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung mengikuti Sertifikasi Kompetensi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang berlangsung di Gedung Kuliah Bersama (GKB) Lantai 3, Rabu (12/08/2026).
Sebanyak 23 mahasiswa TRPL mengikuti uji kompetensi sebagai pengukuran terhadap kemampuan yang telah mereka peroleh selama menempuh pendidikan selama empat tahun dan diuji asesor kompetensi, Ahmat Josi., M.Kom., maupun Riki Afriansyah., M.T.
Saat ditemui, Kamis (13/08/2026), Asesor Kompetensi Ahmat Josi., M.Kom., menyampaikan terhadap hasil sertifikasi yang diikuti mahasiswa TRPL semuanya alhamdulillah kompeten agar pengalaman serta kompeten dapat bermanfaat bagi mahasiswa, baik untuk mendapatkan pekerjaan maupun berwirausaha di bidang pengembangan aplikasi mobile,” pungkasnya.
Josi menjelaskan, selama proses uji kompetensi terlihat mahasiswa memiliki kemampuan dan hasil keterampilan yang beragam terlihat mahasiswa berlomba-lomba menunjukkan hasil skill yang mereka miliki. Setiap mahasiswa mempunyai kemampuan yang beragam, termasuk dari fitur-fitur yang dikembangkan,” terangnya.

Bahkan, predikat kompeten yang diperoleh melalui sertifikasi bukan menjadi alasan bagi mahasiswa untuk berhenti meningkatkan kemampuan. Justru, keterampilan tersebut perlu terus diasah ketika mahasiswa nantinya bekerja di perusahaan maupun membangun usaha secara mandiri.
“ Mahasiswa yang sudah kompeten jangan berbesar hati. Kalian harus terus mengasah skill yang berkelanjutan untuk mencapai hasil yang terbaik," imbuhnya.
Lanjutnya, mendorong lulusan TRPL untuk tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga berani menciptakan lapangan pekerjaan melalui kemampuan yang telah dimiliki dan kalau bisa mahasiswa TRPL yang lulus setelah mendapatkan kemampuan skill yang dimiliki,” tambahnya.
Tidak kalah pentingnya keberanian dan mental percaya diri bagi mahasiswa setelah menyelesaikan sertifikasi kompetensi yang diperoleh harus menjadi modal untuk menunjukkan kemampuan ketika memasuki lingkungan profesional," tuturnya.

Berbeda dengan Asesor, Riki Afriansyah., M.T., menelisik nilai sertifikasi kompetensi bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan mahasiswa sebab lebih penting bagaimana keahlian yang telah diperoleh selama perkuliahan dan sertifikasi kompetensi bukan patokan andalan, tetapi keahlian yang sudah didapat setelah lulus harus bisa diterapkan saat bekerja nanti,” ujarnya.
Ia berpesan seluruh mahasiswa TRPL yang telah mengikuti sertifikasi agar tidak berhenti belajar harus ikuti perkembangan teknologi yang cepat dengan memperbarui pengetahuan dan meningkatkan keterampilan agar mampu mengikuti zaman era digitalisasi," Tegas Riki.
