Limbah Nanas Bernilai Ekonomi, Dosen Polman Negeri Babel Dampingi KWT Mekar Sari Produksi POC
Dosen Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung menghadirkan inovasi pemanfaatan limbah nanas menjadi pupuk organik cair (POC) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Sari di Desa Air Duren, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan pengabdian didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Reguler Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PkM) Tahun Pendanaan 2026 melibatkan tim dosen Polman Babel kampus terbaik vokasi Bangka Belitung Helda Susianti, S.P., M.P., Dora Palupi, S.P., M.P., Tri Agusti Farma, S.Pd., M.Kom., Nur Khasanah, S.P., M.Si., serta Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) Al Furqon, A.Md.T. dan Rifki Pramulia Adha, S.Tp. serta mahasiswa Amanda Saputri dan Muhamad Dikko Mulia Saputra.
Saat dijumpai, Jum'at (26/06/2026) Ketua Pelaksana PkM, Helda Susianti, S.P., M.P., mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan mendapat respons yang sangat baik dari masyarakat. Melalui sosialisasi, pelatihan, hingga pendampingan produksi POC berbasis limbah nanas, anggota KWT memperoleh pengetahuan sekaligus keterampilan baru dalam mengolah limbah organik menjadi produk yang bernilai guna," akuinya.

Selain itu, Helda menjelaskan limbah nanas yang selama ini hanya menjadi sisa produksi ternyata memiliki potensi besar untuk diolah menjadi pupuk organik cair yang mampu mendukung pertanian berkelanjutan karena anggota KWT Mekar Sari tampak semangat dalam mempelajari dan menerapkan teknologi sederhana berbasis potensi lokal.
" Jadi program ini tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi menyediakan teknologi pendukung berupa mesin pencacah limbah nanas, mesin penghalus, tong komposter POC, alat ukur pH/TDS/EC, timbangan digital meja antiair, etalase produk POC, serta berbagai bahan baku dan komponen pendukung produksi," tuturnya.
Ia menuangkan dalampenerapan teknologi tepat guna mampu membangun sistem pengelolaan limbah berbasis masyarakat yang lebih produktif sebab Model Cycling Zero Waste limbah nanas yang diperkenalkan juga dapat terus dikembangkan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat Desa Air Duren," ucapnya.

Sementara itu, Ketua KWT Mekar Sari, Hj. Mariani, S.Pd., menyebutkan pendampingan dari tim Polman Babel sudah memberikan ilmu pengetahuan bagaimana cara limbah nanas dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat bagi tanaman sekaligus membantu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dari luar desa," jujurnya.
Hal ini, tidak lupa terimakasih untuk tim dosen beserta jajarannya sudah melakukan materi aspek pengembangan produksi, pengemasan, hingga pemasaran pupuk organik cair yang dilakukan KWT Mekar Sari," ungkap Mariani.
