Di Tengah Gempuran AI, Dosen Polman Negeri Babel Isi Seminar Teknologi di SMK Negeri 1 Simpang Katis
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, melihat perkembangan ini dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung, Riki Afriansyah, M.T., hadir mengisi dalam Seminar Teknologi dan Artificial Intelligence di SMK Negeri 1 Simpang Katis, Jumat (25/09/2026).
Riki Afriansyah.,M.T. menuturkan seminar bermanfaat bagi siswa untuk mengenal lebih jauh perkembangan AI sekaligus memahami berbagai peluang di tengah pesatnya kemajuan teknologi dalam mencakup perkembangan AI, demonstrasi teknologi, peluang dan tantangan karier, hingga keterkaitannya dengan bidang rekayasa perangkat lunak," ucapnya.
Di hadapan para siswa, Riki menekankan perkembangan AI perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kreatif karena AI kini mampu membantu menghasilkan berbagai bentuk konten, mulai dari teks, gambar, kode program, hingga beragam produk digital lainnya.
“Di tengah kemampuan AI yang semakin berkembang, creative thinking tetap harus dimiliki manusia agar kemampuan mencetuskan ide, melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang, berinovasi, serta menciptakan solusi yang tidak kalah penting,” jelasnya.

Sebab, kehadiran AI tidak seharusnya dipandang pengganti pekerjaan manusia tetapi teknologi ini dapat dimanfaatkan membantu seseorang bekerja lebih cepat, mengembangkan gagasan, sekaligus menghasilkan karya yang lebih baik," tandasnya.
Karena itu, Riki mengajak siswa untuk mulai membiasakan diri menggunakan AI secara bijak dan kreatif dengan memadukan kemampuan manusia dan teknologi, siswa diharapkan mampu menciptakan karya serta solusi yang relevan yang dibutuhkan," tambahnya.
Ia berharap pemahaman yang diperoleh melalui seminar dapat mendorong siswa untuk semakin kreatif, terbuka terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki kesiapan menghadapi kebutuhan industri, khususnya di bidang teknologi dan rekayasa perangkat lunak," bebernya.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak diperkenalkan kecanggihan AI, tetapi diajak memahami kreativitas, kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi perubahan teknologi yang semakin cepat," harapnya.
