Transformasi Digital Kopi Lokal, Polman Negeri Babel Dampingi Kelompok Tani Mandiri di Petaling
Sebagai bagian dari upaya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim dosen Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui pemberdayaan Kelompok Tani Kopi Mandiri di Desa Petaling, Kabupaten Bangka.
Kegiatan yang berlangsung 28 Juli hingga 14 Agustus 2026 tersebut berfokus adopsi teknologi produksi dan transformasi digital branding guna mendukung peningkatan kapasitas kelompok tani sekaligus mengembangkan potensi usaha kopi lokal.
Tim PKM Polman Babel kampus terbaik vokasi Bangka Belitung ini diketuai Redi Alamsyah, M.M., dengan anggota tim Hendrik Ali, S.T., M.M., dan M. Syafrizal Zain, S.Kom., M.Kom., serta melibatkan mahasiswa Sukma Ferdiansyah Saputra dan Raden Ganianda Regina Putri.

Saat ditemui Jumat (21/8/2026), Redi Alamsyah.,M.M., menjelaskan Kelompok Tani Kopi Mandiri memiliki potensi pengembangan usaha kopi yang cukup besar tetapi proses pascapanen yang masih dilakukan secara manual serta keterbatasan pemanfaatan media digital menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian," ucapnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, tim PKM memberikan pendampingan melalui penerapan teknologi produksi, salah satunya dengan penggunaan mesin pengupas kulit biji kopi agar membantu meningkatkan efisiensi proses pascapanen sekaligus mendukung peningkatan kualitas pengolahan kopi.
Selain penerapan teknologi produksi, tim dosen Polman Babel juga mendorong pemanfaatan media sosial sebagai bagian dari transformasi digital branding. Melalui media digital, kelompok tani diarahkan untuk memperkenalkan profil kelompok, aktivitas produksi, hingga produk kopi kepada masyarakat secara lebih luas.
" Berkat dari dosen Polman Babel kelompok tani terlihat dari keterlibatan anggota dalam proses pendampingan dan praktik penerapan teknologi sehingga mampu mengelola teknologi produksi dan media digital secara mandiri," imbuhnya.

Keterlibatan dosen dan mahasiswa Polman Babel dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada penerapan solusi yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat.
Seiring berjalannya, dosen dan mahasiswa Polman Babel di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga memberikan solusi yang aplikatif serta mendukung pengembangan potensi ekonomi lokal secara berkelanjutan," Tandas Redi.
