Aktif Berbagi Pengetahuan, Riki Afriansyah Tak Kenal Lelah Bekali Guru SMA Negeri 1 Simpang Katis
Dalam upaya meningkatkan kompetensi guru menghadapi perkembangan teknologi pendidikan, dosen Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung dipercaya menjadi narasumber In House Training (IHT) Penyusunan Perangkat Pembelajaran Implementasi Pembelajaran Mendalam Berbasis Coding dan Kecerdasan Artifisial di SMA Negeri 1 Simpang Katis, Rabu (02/09/2026).
Narasumber dosen Polman Babel, Jum'at (04/09/2026) Riki Afriansyah, M.T., mengatakan kegiatan ini sebagai wadah para guru untuk memperluas pengetahuan sekaligus meningkatkan keterampilan dalam menyusun perangkat pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan saat ini," terangnya.
Riki menuturkan terima kasih sudah memberikan kepercayaan untuk memberikan materi dan pengetahuan yang telah disampaikan dapat memberikan manfaat serta mendukung sekolah dalam mengimplementasikan pembelajaran.
“ Semangat para guru dalam mengikuti pelatihan sangat luar biasa sehingga dapat memberikan dampak positif bagi kualitas pembelajaran dan peserta didik di sekolah,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Simpang Katis, Utami Marwati, S.Pd., menyebutkan melalui kegiatan ini agar meningkatkan kompetensi dan pembekalan guru agar lebih mahir dalam merencanakan pembelajaran yang efektif, sekaligus mendukung tercapainya tujuan kurikulum nasional,” katanya.
Lebih lanjut, diarahkan untuk melatih guru dalam menyusun berbagai perangkat pembelajaran, mulai dari modul ajar, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), hingga perangkat asesmen yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
Selain meningkatkan kemampuan teknis guru, IHT diharapkan mampu memperkuat kualitas kinerja antara guru, tenaga kependidikan, dan pihak manajemen sekolah," ungkapnya.
Dalam pengakuannya, SMA Negeri 1 Simpang Katis semakin mendorong peningkatan kompetensi pendidik agar mampu beradaptasi dengan transformasi teknologi dengan Implementasi pembelajaran berbasis coding, kecerdasan artifisial, serta pendekatan pembelajaran mendalam dapat menciptakan proses belajar kebutuhan peserta didik," pungkasnya.
